Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Aceh Perkuat Kompetensi Komunikasi Pegawai untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia

-

00.07 29 July 2026 170

BP3MI Aceh Perkuat Kompetensi Komunikasi Pegawai untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia

Banda Aceh, KP2MI (20/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya melalui In House Training bertema "Penyampaian Materi yang Komunikatif, Profesional, dan Berorientasi pada Kebutuhan Peserta". Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi pegawai agar penyampaian informasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya Calon Pekerja Migran Indonesia, semakin efektif.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) BP3MI Aceh dan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh 15 pegawai, terdiri atas 10 pegawai BP3MI Aceh dan lima pegawai P4MI Aceh Tamiang.

Pelatihan berada di bawah koordinasi Ketua Tim Penempatan BP3MI Aceh, Syamsidar, dengan menghadirkan Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Aceh, Fauzah Marhamah sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali berbagai teknik komunikasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan sosialisasi, penyuluhan, edukasi, maupun Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).

Materi yang disampaikan meliputi prinsip komunikasi efektif, teknik menyusun presentasi secara sistematis, strategi membuka dan menutup penyampaian materi, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, pemanfaatan media presentasi, membangun interaksi dengan peserta, hingga teknik mengelola rasa gugup saat berbicara di depan umum. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan metode penyampaian dengan karakteristik audiens agar informasi dapat diterima secara optimal.

Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, menegaskan bahwa kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas.

"Pegawai BP3MI Aceh tidak hanya harus memahami regulasi dan substansi materi, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara jelas, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat. Kemampuan tersebut sangat penting agar pesan-pesan pelindungan dapat diterima dengan baik, sehingga masyarakat memahami pentingnya bekerja ke luar negeri secara prosedural dan terhindar dari berbagai risiko penempatan nonprosedural," ujarnya.

Menurutnya, penguatan kompetensi komunikasi juga akan meningkatkan kualitas pelaksanaan berbagai program edukasi yang dijalankan BP3MI Aceh.

"Kami ingin setiap pegawai yang menjadi narasumber maupun instruktur Orientasi Pra Pemberangkatan mampu menghadirkan pembelajaran yang interaktif, membangun kepercayaan peserta, serta menjawab kebutuhan mereka. Dengan begitu, kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat akan semakin baik," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, peserta akan mengikuti sesi role play dengan mempresentasikan materi menggunakan dua hingga empat slide sesuai topik yang dipilih. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan teknik komunikasi yang telah dipelajari sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara di depan publik.

Melalui pelatihan ini, BP3MI Aceh berharap seluruh pegawai semakin siap menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri yang aman dan prosedural serta pentingnya pelindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan turut memperkuat kualitas pelayanan publik dan mendukung upaya pencegahan penempatan nonprosedural di Aceh. *(Humas BP3MI Aceh)