BP3MI Aceh Gandeng BSPJI dan SMK-SMTI Banda Aceh Dukung Program SMK Go Global
-
BP3MI Aceh Gandeng BSPJI dan SMK-SMTI Banda Aceh Dukung Program SMK Go Global
Banda Aceh, KP2MI (26/6) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dalam mendukung implementasi Program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) SMK Go Global. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan koordinasi dan pemetaan lembaga vokasi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BP3MI Aceh melakukan koordinasi dengan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh serta SMK-SMTI Banda Aceh. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi calon tenaga kerja, serta penyebarluasan informasi mengenai migrasi aman dan prosedural.
Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan salah satu langkah strategis KP2MI dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan daya saing untuk memasuki pasar kerja global.
"Melalui Program SMK Go Global, kami ingin memastikan bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi, pelatihan, dan peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan BSPJI Banda Aceh, dibahas berbagai peluang kolaborasi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemanfaatan platform E-Vokasi KP2MI sebagai sarana pemetaan lembaga pendidikan dan pelatihan yang berpotensi mendukung penyiapan tenaga kerja migran yang kompeten.
Kepala BSPJI Banda Aceh, Agung Budi Lestari, menjelaskan bahwa satuan pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain membahas peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia, kedua pihak juga menjajaki peluang sinergi dalam program pemberdayaan pekerja migran Indonesia purna melalui pengembangan kewirausahaan, pendampingan usaha, dan peningkatan literasi keuangan.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua tim Pelindungan BP3MI Aceh, Fauzah Marhamah, menyampaikan bahwa pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia Purna menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pelindungan pekerja migran secara menyeluruh.
"Kami berharap para calon pekerja migran tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan wawasan untuk mengembangkan usaha produktif ketika kembali ke daerah asal," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, BP3MI Aceh juga melakukan koordinasi dengan SMK-SMTI Banda Aceh. Sekolah vokasi di bawah Kementerian Perindustrian tersebut memiliki program keahlian Teknik Kimia Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, dan Teknik Mekanik Industri yang dirancang sesuai kebutuhan sektor industri.
Dalam diskusi, Mewakili Menteri KP2MI/BP2MI, Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah mendorong SMK-SMTI Banda Aceh untuk mempersiapkan peserta didik dan alumninya yang berminat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman dan prosedural. Program SMK Go Global dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas akses informasi dan penempatan kerja luar negeri bagi lulusan sekolah vokasi.
"Lulusan SMK memiliki kompetensi yang sangat dibutuhkan di pasar kerja global. Karena itu, kami siap mendampingi dan memfasilitasi akses informasi peluang kerja luar negeri agar mereka dapat berangkat secara prosedural dan terlindungi," ungkap Siti.
Sebagai bentuk dukungan, BP3MI Aceh juga telah menyampaikan panduan pengisian platform E-Vokasi KP2MI kepada SMK-SMTI Banda Aceh dan akan terus memberikan pendampingan selama proses pendataan dan verifikasi berlangsung.
Melalui kolaborasi yang dibangun bersama BSPJI Banda Aceh dan SMK-SMTI Banda Aceh, BP3MI Aceh berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja global. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja Aceh yang kompeten, berdaya saing internasional, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan Pekerja Migran Indonesia Purna.
Program SMK Go Global dan pemetaan lembaga vokasi melalui E-Vokasi KP2MI menjadi bagian dari komitmen KP2MI dalam memperluas akses kesempatan kerja yang aman dan berkualitas bagi generasi muda Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya migrasi yang aman, prosedural, dan terlindungi.**(Humas/BP3MI Aceh)