Saturday, 17 October 2026
logo

Berita

Berita Utama

200 Peserta SMK Go Global di Yogyakarta Siap Tingkatkan Kompetensi Housekeeping dan Waiter

-

00.08 28 August 2026 349

Kick off SMK Go Global di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta dan Kampus Akademi Pariwisata STIPARY, Rabu (26/8/2026).

Yogyakarta, KP2MI (28/8) - Kesempatan untuk bekerja di luar negeri menjadi motivasi bagi ratusan peserta Program SMK Go Global yang mengikuti pelatihan keterampilan housekeeping dan waiter di D.I. Yogyakarta secara gratis.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) D.I. Yogyakarta tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja di pasar internasional.

Kick off Program SMK Go Global dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia pada Rabu (26/8/2026). Di wilayah D.I. Yogyakarta, kick off dipusatkan di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta dan Kampus Akademi Pariwisata STIPARY, sekaligus menyimak kick off nasional yang dipimpin Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, dari Balai Diklat Industri Jakarta.

Sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan di kampus AMPTA, sementara 80 peserta lainnya mengikuti pelatihan di Kampus STIPARY. Para peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan housekeeping dan waiter sekaligus sertifikasi kompetensi BNSP yang berlangsung selama 20 hari, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan negara penempatan.

Bagi peserta, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja internasional. Kompetensi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga disiapkan sesuai kebutuhan pasar kerja sehingga peserta memiliki bekal yang lebih relevan untuk menghadapi peluang penempatan di luar negeri.

Kepala BP3MI D.I. Yogyakarta, Muhammad Ilyas Prakananda, menyampaikan bahwa demand atau kebutuhan pekerja migran di bidang housekeeping dan waiter masih cukup besar. Kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Melihat data serapan hanya 19 persen dari demand yang tersedia saat ini, sementara izin rekrutmen diterbitkan Kementerian P2MI. Kalau bicara demand secara nasional ada ratusan ribu. Di Yogyakarta sendiri, kami melihat historis data dari perusahaan yang sudah berproses ada sekitar 30 ribuan kuota. Jadi dari angka yang kita targetkan 900, saya rasa masih banyak yang bisa kita jangkau,” ujar Ilyas.

Pada tahun 2026, Program SMK Go Global di BP3MI D.I. Yogyakarta menargetkan sebanyak 900 peserta. Tahap awal pelatihan di AMPTA dan STIPARY diikuti oleh 200 peserta. Selanjutnya, akan dilakukan penambahan sekitar 700 peserta pada tahap berikutnya.

Peluang penempatan peserta antara lain diarahkan ke Malaysia dan Turki. Selama mengikuti pelatihan, peserta akan dibekali keterampilan housekeeping dan waiter yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan melanjutkan tahapan proses menuju penempatan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau negara yang dituju itu ada di Malaysia dan Turki. Selama 20 hari mereka akan mendapat pelatihan. Kalau sampai penempatan itu mungkin sekitar dua atau tiga bulan,” terang Ilyas.

Melalui program ini, BP3MI D.I. Yogyakarta tidak hanya mendorong peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global, tetapi juga memastikan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) memahami pentingnya mengikuti proses penempatan secara resmi dan sesuai ketentuan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan terlindungi.

Bagi BP3MI D.I. Yogyakarta, keterhubungan antara pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan peluang penempatan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Program SMK Go Global. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki arah yang lebih jelas untuk memasuki pasar kerja internasional. Selain membuka peluang kerja bagi generasi muda, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif di D.I. Yogyakarta.

BP3MI D.I. Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas CPMI melalui pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja. Dengan kompetensi yang memadai, proses penempatan yang sesuai ketentuan, serta pelindungan yang diberikan sejak sebelum bekerja hingga selama berada di negara penempatan, generasi muda diharapkan semakin siap meraih peluang kerja di tingkat global secara aman, kompeten, dan terlindungi. **(Humas/BP3MI D.I. Yogyakarta).