Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

1.063 Calon Pekerja Migran Lolos Seleksi Awal, Ikuti Skill Test Penempatan ke Korea Selatan

-

00.07 4 July 2026 623

1.063 Calon Pekerja Migran Lolos Seleksi Awal, Ikuti Skill Test Penempatan ke Korea Selatan

Semarang, 5 Juli 2026 – Sebanyak 1.063 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti Skill Test UBT Umum sektor perikanan dalam Program Government to Government (G to G) Indonesia–Korea Selatan. Para peserta merupakan bagian dari 3.623 pendaftar yang sebelumnya lolos seleksi administrasi melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

Pelaksanaan skill test digelar selama dua hari, Sabtu (5/7) hingga Minggu (6/7), di MG Setos Hotel, Semarang. 

Seleksi ini menjadi salah satu tahapan penting bagi Calon Pekerja Migran Indonesia yang ingin memperoleh peluang bekerja secara prosedural pada  sektor perikanan di Korea Selatan.

Direktur Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dyah Rejekiningrum, mengatakan peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan masuk ke dalam roster atau daftar tunggu penempatan. Namun, ia menegaskan bahwa kelulusan dalam seleksi belum otomatis berarti peserta akan langsung diberangkatkan ke Korea Selatan. 

“Per 30 Juni, jumlah peserta yang masuk roster mencapai 13.831 orang, dengan 2.113 di antaranya berasal dari sektor perikanan. Untuk lulusan tahun 2023, yang masih berada dalam roster tinggal dua orang. Sementara lulusan tahun 2024 masih 1.034 orang dan tahun 2025 sebanyak 1.077 orang,” ujar Dyah.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan antara kuota kelulusan dan kuota penempatan. Kuota kelulusan ditetapkan untuk menentukan jumlah peserta yang berhak masuk ke dalam roster, sedangkan kuota penempatan bergantung pada kebutuhan tenaga kerja dari Korea Selatan.

“Kuota kelulusan dengan kuota penempatan itu berbeda. Kuota kelulusan memastikan peserta dapat masuk ke roster. Adapun penempatan diberikan kepada mereka yang telah berada dalam roster dan memperoleh Standard Labor Contract (SLC) sebagai dasar pemberangkatan ke Korea Selatan,” jelasnya.

Seleksi tahun ini diikuti Calon Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari 20 provinsi di Indonesia. 

Menariknya, meski sektor perikanan dikenal memiliki karakter pekerjaan yang cukup berat, sebanyak 71 peserta perempuan turut ambil bagian dalam proses seleksi tersebut.

Di hadapan para peserta, Dyah mengapresiasi perjuangan mereka yang telah berhasil melewati tahapan awal seleksi. 

Ia mengingatkan bahwa proses menuju penempatan sebagai pekerja migran di Korea Selatan membutuhkan komitmen, kesiapan, dan ketekunan.

“Masuk ke tahapan skill test bukan perkara mudah. Karena itu saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta. Jalani setiap proses dengan sungguh-sungguh. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi dari setiap tantangan itulah kita ditempa menjadi pribadi yang lebih tangguh,” katanya.

Program penempatan pekerja migran melalui skema Government to Government Indonesia–Korea Selatan merupakan salah satu jalur resmi yang memberikan pelindungan bagi pekerja migran sejak proses rekrutmen, seleksi, hingga penempatan di negara tujuan.*